Petualangan / Pengalaman

Pengalaman Pribadi Mencoba Madu Phuceng Vitalitas Pria


Ini adalah pengalaman pribadi saya mencoba Madu Phuceng untuk meningkatkan vitalitas khusus pria dewasa. Saya ingin berbagi pengalaman ini karena berharap pembaca yang memiliki masalah yang dulu pernah saya rasakan dapat menemukan solusinya lewat tulisan kali ini.

Jadi saya pertama kali mencoba Madu Phu ceng sekitar 2 bulan yang lalu setelah obat kuat dalam bentuk kapsul yang sudah hampir seminggu saya pakai memberikan efek samping negatif. Waktu itu saya hanya sembarangan saja membeli obat kuat kapsul dari internet karena sudah habis akal mengatasi Ejakulasi Dini yang saya alami. Tapi rupanya obat kapsul tersebut malah bikin saya kena migrain dan sedikit pusing tiap kali habis minum. Ujung-ujungnya saya hanya bisa bertahan tidak lebih dari 15 menit berhubungan dengan istri karena kepala sudah sakit.

Istri sih selama ini tidak berkata apa-apa selama berhubungan intim. Padahal selama di atas ranjang, kami sering sekali tak bisa mencapai klimaks dan saya tahu itu karena kesalahan saya yang tidak bisa ‘tahan’ lama-lama. Walau istri tak pernah komplain ke saya, mungkin karena kasihan atau menghormati saya sebagai suami, namun saya sendiri jadi merasa kurang percaya diri. Kadang juga tidak tega sama istri karena saya yakin dia maunya sampai puncak.

Setelah lari ke sana sini mencari solusinya diam-diam sendiri (saya bahkan nyaris nekat pergi ke dokter tanpa sepengetahuan istri). Saya akhirnya nyerah dan cerita ke kawan kantor saya yang kebetulan juga seumuran. Jadi kalau mau cerita bisa nyambung dan leluasa. Dari sana saya diperkenalkan dengan produk penambah vitalitas khusus pria dewasa yang anehnya tidak dalam bentuk kapsul yang biasanya saya minum. Namun dalam bentuk madu alami yaitu Madu Phuceng.

Jadi Sebenarnya Apa Itu Madu Phu ceng?

Waktu pertama kali mendengar saya juga penasaran. Tapi rupanya madu ini merupakan jenis suplemen yang dibuat secara khusus untuk meningkatkan stamina pria dewasa dan mampu mengatasi masalah Ejakulasi Dini yang memang juga saya alami. Untuk lebih jelasnya mengenai manfaat dan kandungan dari Phuceng, maka silahkan cek langsung saja di halaman ini.

Namun dari yang saya baca-baca di halaman tersebut, madu ini berbeda dari obat kuat yang saya minum dulu karena madu ini dibuat asli dari madu hutan pilihan serta bahan-bahan alami lainnya sehingga tidak akan memberikan efek samping meskipun diminum dalam jangka waktu lama. Berbeda dengan obat kuat yang saya minum, meski efeknya cepat namun itu karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

Manfaat Dari Kandungan Alami Madu Phuceng yang Saya Rasakan

Selain keunggulan tersebut, ada manfaat-manfaat Phuceng lainnya yang benar saya rasakan sendiri, seperti:

  • Stamina saya jadi meningkat dan tubuh lebih bertenaga
  • Problem Ejakulasi Dini yang saya alami sudah bisa diatasi
  • Selama berhubungan intim dengan istri, jadi merasa lebih bergairah dari biasanya
  • Sakit kepala sampai nyeri pinggang yang saya rasakan juga hilang
  • Mengatasi badan yang terasa pegal, letih, lesu dan lemas
  • Meningkatkan kejantanan dan yang jelas rasa percaya diri saya
  • Saya merasa jadi lebih PERKASA setelah mengonsumsi madu sehat ini

Phuceng juga dikatakan mampu memperlancar aliran darah di dalam tubuh dan mengandung berbagai macam nutrisi penting. Kalau obat kuat lainnya yang saya minum hanya berkhasiat membuat tubuh jadi lebih berstamina selama berhubungan intim, namun madu Phu Ceng ini berbeda.

Apa bedanya? Karena dari yang saya rasakan sendiri, manfaat dan kandungan alami yang ada di dalam Phuceng tak hanya mengatasi masalah Ejakulasi Dini dan membuat tubuh jadi lebih berstamina selama berhubungan di atas ranjang dengan istri, namun sekarang setiap harinya saya merasakan sendiri tubuh lebih bersemangat dan bertenaga untuk kerja di kantor.

Semua itu berkat adanya kandungan bahan-bahan alami lain dari Phuceng. Tak hanya ada madu pilihan, namun juga Jahe Merah, Pasak Bumi, Purwoceng, Lada Hitam dan Tribulus. Kalau pembaca sekalian ingin tahu khasiat dan manfaat dari bahan-bahan alami yang saya sebutkan barusan. Cukup tinggal klik link yang sudah saya berikan sebelumnya di atas.

So, buat suami-suami yang punya masalah sama seperti saya, semoga lewat pengalaman pribadi mencoba madu Phu Ceng saya ini dapat membantu memberikan solusi terbaik.

Pengalaman Jalan-Jalan Bersama Istri ke Setu Babakan


Karena saya dan keluarga sangat bosan liburan ke mall terus, makanya saya coba salah satu tempat wisata yang ada di tengah padatnya kota Jakarta tempat saya tinggal ini. Memang Setu Babakan sudah sering saya terdengar adalah primadona bagi para keluarga yang ingin bersantai dan menikmati udara yang segar saat musim liburan. Makanya kami putuskan untuk liburan ke sana demi dapetin suasana yang jauh dari hiruk pikuk kota metropolitan.

Rute jalan-Jalan Saya Bersama Istri ke Setu Babakan

Bagi kamu juga warga asli Jakarta, nggak akan nyesel liburan ke Setu Babakan. Daerah ini memiliki budaya Betawi yang masih kental, mulai dari jenis kuliner hingga bentuk rumahnya. Saat sampai ke sana, saya bisa lihat bahwa daerah ini akan menyuguhkan suasana yang jauh berbeda dari kota Jakarta yang sibuk dan padat.

Daerah liburan ini berlokasi di jalan Situ Babakan, Jakarta Selatan. Untuk mengakses perkampungan Budaya Betawi ini, Saya dan istri naik kereta api, kemudian turun di Lenteng Agung, lalu naik angkot biru No. 28 (diingat, ya, bagi yang mau liburan ke sana). Nah, sampai di Srengseng Sawah tarif sekitar Rp 3.500.

Jalan-Jalan Sekaligus Icip-Icip Wisata Kuliner

Perjalanan ini ternyata membuat saya dan istri lapar, kami pun memutuskan untuk membeli sesuatu yang bisa mengganjal perut. Tidak disangka, saya menemui Laksa dan Bir Pletok yang terkenal di kebudayaan Betawi. Saya pun bersemangat untuk menjajal kuliner khas ini.

Setelah perut terisi, saya dan istri kembali melanjutkan perjalanan keliling perkampungan. Biaya yang murah menjadi salah satu alasan mengapa kami memilih wisata ini. Jika kamu ingin menikmati perkampungan Betawi dengan berjalan kaki, maka kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk masuk. Tapi, kalau kamu berkendara maka kamu harus membayar Rp 5.000 untuk tiket parkir. Menurut saya sih, kalau segitu sudah murah pake banget!

Saya dan istri sangat menikmati perjalanan kami di perkampungan itu. Suasana tenang dengan udara yang segar membuat saya merasa nyaman. Perjalanan kami terasa semakin berkesan tatkala ada banyak jajanan di pinggir Danau di daerah Situ Babakan.

Danau tersebut seringkali digunakan warga sekitar untuk memancing. Saya pun berhenti di danau tersebut untuk menikmati pemandangan yang asri. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengabadikan foto bersama istri.

Selain selfie, saya juga meminta pengunjung lain untuk memfoto saya dan istri dengan latar belakang danau tersebut. Kami juga coba beberapa wisata air di sana kaya sepeda air dan bebek air. Sebetulnya masih ada olahraga air yang lainnya, tapi saya lebih milih yang simpel dan tenang bareng istri.

Merasa lapar lagi karena perjalanan yang menyenangkan, saya dan istri kembali jajan di pinggir Danau. Saya membeli toge goreng dengan harga Rp 8.000, bakso Rp 18.000, dan tak bosannya mencoba bir pletok Rp 20.000/ porsi. Harga ini mungkin terbilang mahal jika dilihat dari suasana perkampungan. Tapi, nggak ada salahnya juga untuk mencoba makanan khas daerah Betawi. Belum tentu pula kapan ke sini lagi untuk kedua kalinya. Benar begitu?

Sebelum memulai perjalanan kembali, tiba-tiba hujan datang. Saya dan istri langsung pergi berteduh dengan duduk-duduk di lantai. Saya tidak menyesal dengan turunnya hujan karena saya menjadi lebih menikmati suasana segar nan asri. Terlebih dengan banyaknya pengunjung lain yang juga berteduh. Saya pun bisa berbincang banyak dan menambah tali pertemanan. Bahkan saya sampai sempat tukeran nomer hp, tentunya sama agan-agan ya, kalau sama mbak-mbak sudah dimarahi istri saya, hehehe…Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, seketika hujan pun reda dan saatnya kembali ke parkiran.

Kami melanjutkan perjalanan menuju parkiran secara perlahan karena sebenarnya saya masih mau berada di perkampungan yang tenang ini. Saya sangat menikmati perjalanan di Situ Babakan bersama sang istri di tengah padatnya jadwal pekerjaan di kota metropolitan.

Saya bertekad untuk menjadikan Situ Babakan menjadi destinasi yang wajib dikunjungi saat liburan. Saya akan mengajak teman-teman dan saudara untuk bisa menikmati tenang dan indahnya perkampungan yang penuh dengan kebudayaan Betawi ini.

Selain sarana untuk refreshing, perjalanan di daerah Situ Babakan juga menambah wawasan bagi saya khususnya tentang kebudayaan Betawi, seperti makanan khas dan bentuk rumah-rumah tradisionalnya. Demikian pengalaman saya yang jalan-jalan bersama istri ke Setu Babakan.

Petualangan Seru Saya Bersama Keluarga ke Gelanggang Samudra Ancol


Hari libur tentu merupakan moment terbaik buat ngumpul sama keluarga. Rekreasi adalah salah satu cara penghilang penat dan sarana paling tepat untuk bersama istri dan anak-anak tercinta. Kali ini saya akan membagikan pengalaman sangat mengesankan dan juga dapat dijadikan inspirasi tujuan wisata bagi Anda dan keluarga yang khususnya berdomisili di kota Jakarta dan sekitarnya.

Saat libur tiba, saya dan istri memang sudah berencana jauh-jauh hari untuk jalan-jalan sama anak. Kebetulan kami punya anak dua. Sempat bingung nentuin obyek wisata yang bagus dan aman buat anak-anak, akhirnya saya dan istri sepakat untuk menjelajah Gelanggang Samudra atau Ocean Dream yang masih berada di kawasan Ancol. Setelah berkunjung dan berpetualang di sana, saya dan keluarga nggak kecewa. Selain banyak wahana yang ditawarkan yang sangat ramah anak dan edukatif, tempatnya juga nyaman dan nggak panas.

Saya sengaja membeli tiket bundling dengan Seaworld untuk saya, istri, dan dua anak kami jadi jumlahnya empat tiket. Dengan tiket bundling ini biaya pembelian tiket menjadi lebih hemat. Setelah menikmati wisata edukasi Seaworld, kami tinggal nuker tiket bundling buat tanpa mengeluarkan biaya. Nominal tiketnya tak seberapa dibanding dengan pengalaman seru dan mengesankan yang diperoleh. Apalagi buat kedua anak saya, mereka benar-benar sangat menikmati setiap wahana yang kami datangi.

Penukaran tiket selesai saatnya kami memasuki Gelanggang Samudera dan memulai petualangan mengasyikkan. Memasuki kawasan wisata ini, kami disuguhi banyak sekali patung unik dengan beragam bentuk serta pepohonan rindang yang tersusun rapi menambah kesejukkan kawasan wisata ini. Saya, istri dan anak-anak berfoto dan berselfie ria dengan berbagai patung dan spot pemandangan sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju beberapa spot.

Dimulai dengan menyaksikan Scorpion Pirates

Saat baru ada di luar panggung pertunjukkan saja anak-anak saya sudah excited banget karena memang tampilannya sangat menarik. Scorpion Pirates merupakan pertunjukkan yang digelas Gelanggang Samudera mengenai pertempuran bajak laut dengan hero yang menjunjung kebenaran. Cerita dan tampilan para pemainnya sangat maksimal dengan metode lip-sync. Cerita yang disampaikan juga ringan banget sehingga mudah diterima oleh anak-anak yang menyaksikan. Kedua anak saya sampai susah berkedip karena saking asyiknya nonton pertunjukkan ini. Ditambah efek ledakan, jetsky dan cipratan air yang terkesan nyata. Setelah selesai pertunjukkan, para penonton bisa berfoto dengan pemain yang sangat ramah pula.

Lanjut ke Underwater Theater

Setelah menyaksikan pertunjukkan dengan pemain nyata, saya dan keluarga dibuat semakin terkesima dengan pertunjukkan bawah air dengan tambahan layar LCD yang sangat lebar yang diletakkan di atas akuarium. Baru masuk aja anak-anak saya sudah berteriak kegirangan karena keunikkan gedung yang menjulang tinggi dengan hiasan unik khas Mesir. Di dalam gedung pertunjukkan ini para penonton bisa menyaksikan sinkronisasi dari ribuan ikan tornado dengan tarian menakjubkan dari para ballerina yang berkolaborasi dengan penyelam handal. Pokoknya lighting serta pertunjukkannya sangat variatif dan menarik.

Menjelajah Ocean Butterfly

Wahana selanjutnya yang kami datangi adalah Ocean Butterfly. Di area yang didesain penuh dengan tumbuhan dan warna-warnibunga-bunga ini dilengkapi juga dengan kupu-kupu yang beterbangan bebas. Edukatif banget buat anak-anak karena kawasannya benar-benar didesain seperti alam nyata.

Menyaksikan lucunya singa laut dilanjut lumba-lumba

Nggak hanya kupu-kupu aja nih pertunjukkan hewannya. Pas saya kesana pertunjukkan yang ditampilkan adalah hewan singa laut yang sudah terampil dan terlatih. Tempat duduknya nyaman banget dan pertunjukkannya juga lucu serta interaktif langsung dengan penonton. Habis singa laut, lanjut nonton pertunjukkan lumba-lumba. Pertunjukkan lumba-lumba ini ternyata jadi mascot buat Gelanggang Samudera lho! Kisah-kisah pertunjukkan yang inspiratif, lucu dan menggugah kepedulian tentang alam sepertinya mampu menyedot perhatian pengunjung. Sampai pertunjukkan selesai pun rasanya kurang saking asiknya.

Tersedia tempat bermain anak, ini penting!

Setelah seru-seruan nonton pertunjukkan singa lat dan lumba-lumba, saya dan keluarga menuju wahana permainan yang disediakan dengan desain rapi dan bagus buat anak-anak. Nggak perlu khawatir karena selain menarik, keamanan saat bermain juga terjaga. Saya dan istri bisa sambil sitirahat semabri nunggu sama ngawasin anak-anak main di wahana permainan ini. Tak jauh dari spot ini juga ada Rumah Pintar yang sangat edukatif dan sayang buat dilewatkan.

Setelah seharian keliling Seaworld dan Gelanggang Samudera, akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari juga sudah menjelang sore. Anak-anak sangat puas sekali menghabiskan waktu di wahana wisata ini, demikian juga dengan saya dan istri. Pokoknya Gelanggang Samudera tempat yang cocok banget buat ngabisin liburan sama anak-anak. Harga tiket cukup terjangkau, fasilitas memadai dan lengkap serta tersedia beragam makanan dengan harga yang miring juga bisa dijadikan bahan pertimbangan.

Pengalaman Nyobain Blenger Burger Enak Banget dan Nggak Ngecewain!


Dulu kala pas saya masih di awal-awal diangkat pegawai baru biasanya kalau sudah ada kesempatan libur seneng banget mejeng depan televisi sambil nonton tayangan wisata kuliner kepunyaan Pak Bondan yang jargonnya ‘Pokoe Mak Nyuss…’ (Bukan ngiklan, loh ya, hehehe). Mungkin karena saya memang penggemar kuliner dan sering nyobain makanan-makanan baru. Waktu itu saya ingat pernah yang dibahas adalah sajian Blenger Burger dan saking pinternya Pak Bondan atau memang saya yang selalu pengen kalau ada makanan ngiler banget sejak saat itu sama Blenger Burger.

Akhirnya karena sudah lama pingin memuaskan perut dengan hamburger yang banyak orang bilang juga rasanya memang mantap, saya tidak ragu mengeluarkan kocek untuk beli buat saya dan keluarga. Sayangnya karena cabang terdekat Blenger Burger masih agak jauh dari rumah saya, akhirnya saya pakai jasa Go Food. Ternyata Blenger Burger jadi menu best seller yang banyak banget dipesen sama orang-orang melalui Go Food ini. Wah saya jadi semakin penasaran buat nyicipin sajian ala-ala western ini.

Sambil duduk manis nungguin si driver nyampe bawain pesanan, saya iseng-iseng buka lagi review tentang Blenger Burger. Dari situ saya jadi tahu lebih banyak soal si burger yang super bikin penasaran ini. Sekedar info, ternyata Blenger Burger itu produk lokal yang dikembangkan oleh warga asli Indonesia dan nama pemiliknya adalah Pak Erik Kadarman Subarna. Dari namanya sih saya tebak yakin Pak Erik ini orang Sunda, hehehe tapi nggak tahu juga karena nggak dijelasin. Mata saya nggak bisa berhenti melototin tuh gambar burger yang kelihatannya yummy banget. Sampai-sampai perut bunyi keroncongan saking kepingin dan lapernya. Saya emang sengaja nggak mau makan dulu saking pengennya nyantap ini hamburger spesial.

Setelah perjuangan nunggu bapak driver berjam-jam bareng keluarga (duh, anak-anak sudah ribut bilang laparrr Pa..!!) akhirnya dapet telpon juga dan kasih tahu kalau udah mau sampai. Sanking nggak sabarnya saya pantengin aja si bapak di teras rumah biar nanti kalau sudah sampai bisa segera disahut. Dan akhirnya… taraaa.. bapak driver Go Food-nya datang. Langsung deh saya masuk rumah dan nggak sabar pengen buka Blenger Burger. Tampilan burgernya sama persis dengan gambar-gambar yang selama ini saya lihat hasil browsingan. Jadi saya langsung bersemangat buat nyobain dari tampilannya aja udah menggoda iman. Hehehe..

Pas gigitan pertama, waduh bener-bener ni burger rotinya tebel tapi lembut banget. Terus pattynya dan isian burgernya juga bener-bener empuk berasa kayak makan steak gitu. Terus beranjak ke mayonnaise-nya dengan takaran yang pas banget. Terus rasanya juga beda sama mayonais kebanyakan karena nggak bikin eneg dan kekentalannya pas banget. Bahkan kalau dibandingin sama burger-burger lainnya yang biasanya jadi favorit saya selama ini (Psst, itu tuh burger dari salah satu restoran fast food paling terkenal di Indonesia…) menurut saya rasanya lebih yummian Blenger Burger. Ditambah lagi berbicara soal porsinya, si Blenger Burger ini pas banget nggak kegedhean nggak terlalu kecil juga jadi pas buat perut.

Sausnya juga enak banget lho… Belum pernah saya nemuin burger dengan saos seenak ini. kadar kekentalannya pas dan pedesnya nggak terlalu jadi anak-anak juga masih bisa makan dan nggak akan bikin perut sakit. Harga yang dibandrolin ke Blenger Burger juga nggak mahal lho nggak ngrogoh kocek dalam-dalam dan yang paling penting Burger satu ini sudah banyak mulai buka cabang dimana-mana di ibu kota Jakarta. Yuk cobain segera ya Blenger Burger! Dijamin nggak bakal kecewa dan saya sudah membuktikannya sendiri bareng keluarga.