Pengalaman Jalan-Jalan Bersama Istri ke Setu Babakan


Karena saya dan keluarga sangat bosan liburan ke mall terus, makanya saya coba salah satu tempat wisata yang ada di tengah padatnya kota Jakarta tempat saya tinggal ini. Memang Setu Babakan sudah sering saya terdengar adalah primadona bagi para keluarga yang ingin bersantai dan menikmati udara yang segar saat musim liburan. Makanya kami putuskan untuk liburan ke sana demi dapetin suasana yang jauh dari hiruk pikuk kota metropolitan.

Rute jalan-Jalan Saya Bersama Istri ke Setu Babakan

Bagi kamu juga warga asli Jakarta, nggak akan nyesel liburan ke Setu Babakan. Daerah ini memiliki budaya Betawi yang masih kental, mulai dari jenis kuliner hingga bentuk rumahnya. Saat sampai ke sana, saya bisa lihat bahwa daerah ini akan menyuguhkan suasana yang jauh berbeda dari kota Jakarta yang sibuk dan padat.

Daerah liburan ini berlokasi di jalan Situ Babakan, Jakarta Selatan. Untuk mengakses perkampungan Budaya Betawi ini, Saya dan istri naik kereta api, kemudian turun di Lenteng Agung, lalu naik angkot biru No. 28 (diingat, ya, bagi yang mau liburan ke sana). Nah, sampai di Srengseng Sawah tarif sekitar Rp 3.500.

Jalan-Jalan Sekaligus Icip-Icip Wisata Kuliner

Perjalanan ini ternyata membuat saya dan istri lapar, kami pun memutuskan untuk membeli sesuatu yang bisa mengganjal perut. Tidak disangka, saya menemui Laksa dan Bir Pletok yang terkenal di kebudayaan Betawi. Saya pun bersemangat untuk menjajal kuliner khas ini.

Setelah perut terisi, saya dan istri kembali melanjutkan perjalanan keliling perkampungan. Biaya yang murah menjadi salah satu alasan mengapa kami memilih wisata ini. Jika kamu ingin menikmati perkampungan Betawi dengan berjalan kaki, maka kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk masuk. Tapi, kalau kamu berkendara maka kamu harus membayar Rp 5.000 untuk tiket parkir. Menurut saya sih, kalau segitu sudah murah pake banget!

Saya dan istri sangat menikmati perjalanan kami di perkampungan itu. Suasana tenang dengan udara yang segar membuat saya merasa nyaman. Perjalanan kami terasa semakin berkesan tatkala ada banyak jajanan di pinggir Danau di daerah Situ Babakan.

Danau tersebut seringkali digunakan warga sekitar untuk memancing. Saya pun berhenti di danau tersebut untuk menikmati pemandangan yang asri. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengabadikan foto bersama istri.

Selain selfie, saya juga meminta pengunjung lain untuk memfoto saya dan istri dengan latar belakang danau tersebut. Kami juga coba beberapa wisata air di sana kaya sepeda air dan bebek air. Sebetulnya masih ada olahraga air yang lainnya, tapi saya lebih milih yang simpel dan tenang bareng istri.

Merasa lapar lagi karena perjalanan yang menyenangkan, saya dan istri kembali jajan di pinggir Danau. Saya membeli toge goreng dengan harga Rp 8.000, bakso Rp 18.000, dan tak bosannya mencoba bir pletok Rp 20.000/ porsi. Harga ini mungkin terbilang mahal jika dilihat dari suasana perkampungan. Tapi, nggak ada salahnya juga untuk mencoba makanan khas daerah Betawi. Belum tentu pula kapan ke sini lagi untuk kedua kalinya. Benar begitu?

Sebelum memulai perjalanan kembali, tiba-tiba hujan datang. Saya dan istri langsung pergi berteduh dengan duduk-duduk di lantai. Saya tidak menyesal dengan turunnya hujan karena saya menjadi lebih menikmati suasana segar nan asri. Terlebih dengan banyaknya pengunjung lain yang juga berteduh. Saya pun bisa berbincang banyak dan menambah tali pertemanan. Bahkan saya sampai sempat tukeran nomer hp, tentunya sama agan-agan ya, kalau sama mbak-mbak sudah dimarahi istri saya, heheheā€¦Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, seketika hujan pun reda dan saatnya kembali ke parkiran.

Kami melanjutkan perjalanan menuju parkiran secara perlahan karena sebenarnya saya masih mau berada di perkampungan yang tenang ini. Saya sangat menikmati perjalanan di Situ Babakan bersama sang istri di tengah padatnya jadwal pekerjaan di kota metropolitan.

Saya bertekad untuk menjadikan Situ Babakan menjadi destinasi yang wajib dikunjungi saat liburan. Saya akan mengajak teman-teman dan saudara untuk bisa menikmati tenang dan indahnya perkampungan yang penuh dengan kebudayaan Betawi ini.

Selain sarana untuk refreshing, perjalanan di daerah Situ Babakan juga menambah wawasan bagi saya khususnya tentang kebudayaan Betawi, seperti makanan khas dan bentuk rumah-rumah tradisionalnya. Demikian pengalaman saya yang jalan-jalan bersama istri ke Setu Babakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *